Pemerintah Indonesia mencanangkan bebas rabies pada tahun 2030. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian meluncurkan program pemberantasan rabies secara nasional . Untuk menjalankan program tersebut, dirancang suatu peta jalan yang disebut sebagai “Masterplan Nasional Pemberantasan Rabies di Indonesia” dengan tujuan akhir untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari risiko tertular rabies.

Ada dua pendekatan yang digunakan pada masterplan tersebut, yaitu:
(1) pendekatan zona yang didasarkan pada kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan
(2) pendekatan tahapan (Stepwise Approach toward Rabies Eradication (SARE)).

Kerangka kerja pemberantasan rabies di Indonesia adalah sosial budaya, teknis, organisasi, politik, dan sumber
daya.

Berdasarkan kerangka kerja tersebut, maka disusunlah strategi pemberantasan yang meliputi:

1. Strategi umum

a. Tatalaksana kasus gigitan terpadu (Takgit)
b. Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE)
c. Dukungan regulasi
d. Keterlibatan masyarakat

2. Strategi teknis

a. Vaksinasi
b. Surveilans dan analisa epidemiologi
c. Evaluasi diagnostik
d. Respon cepat dan penanganan hewan suspek
e. Pengawasan lalu lintas hewan
f. Manajemen populasi anjing (MPA)

Indikator pencapaian yang terukur dan dapat diverifikasi untuk menilai perkembangan program adalah sebagai berikut:
1. Diketahuinya status awal daerah
2. Menurunnya tingkat insidensi secara progresif
3. Meningkatnya sistem surveilans penyakit
4. Meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat

Lebih lanjut, Masterplan Nasional Pemberantasan Rabies di Indonesia, dapat diunduh melalui tautan di bawah.

DOWNLOAD DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *